Friday, July 20, 2018

# parenting # Tips Lifestyle

Pengalaman Melahirkan normal,Kontraksi diperjalanan Mudik lebaran

Hallo Assalamualaikum..





Mudik lebaran kemaren benar-benar pengalaman yang berbeda, sebelumnya aku fikir kalau mudik kemaren itu hanya pengalaman mudik disaat hamil besar dan menjelang HPL, ternyata itu adalah pengalaman melahirkan yang tidak terduga. hahaha 

jadi cerita nya seperti ini..

Sebenarnya pagi sebelum berangkat mudik, seperti biasanya aku bersih-bersih rumah dan mencek keperluan mudik supaya semuanya lengkap dan tidak ada yang tertinggal. Karena aku sudah HPL (Hari perkiraan lahir) jadinya semua keperluan newborn dan dokumen yang diperlukan pun aku persiapkan, maksudnya kalaupun aku harus lahiran di kampung halaman semuanya sudah siap.


oke, merasa segala keperluan sudah lengkap di dalam tas dan semua barang sudah dimasukkan ke bagasi. Aku, suami dan anak ku yang pertama pun siap untuk berangkat tapi tidak langsung cus ke kampung halaman, tapi kami ingin membeli oleh-oleh terlebih dulu. Singkat cerita di cafe tempat kami membeli oleh-oleh aku numpang ke toilet dulu dan aku terkejut ada darah di (Ups maaf) Celana dalam ku. Aku mencoba untuk tenang dan begitu masuk ke mobil sambil basi basi dengan suami "Bang, jangan kaget yaa.keluar ciri nih sepertinya mau lahiran",kata suami ku "Loh yang bener ini,jadi gimana. kita balik kerumah lagi"? Aku berfikir karena ini suasana mudik. kalau aku bertahan disini (Banjarmasin) yang ngurus dan bantu aku siapa? ya sudah periksa ke bidan dulu.sampai dibidan ternyata sudah bukaan 2.dan bidan menyarankan untuk diam disana saja.

Drama banget nih,hahaha disatu sisi takut melahirkan dijalan (karena jarak Banjarmasin dengan kampung ku Barabai Hulu Sungai Tengah itu 4 jam perjalanan).ditambah lagi bidan nya bilang "Ini sampai Martapura juga lahiran" dalam hatiku ngomong "Iya kali..ini bukan pertama kali aku lahiran.hihihi" akhirnya aku tetap kekeh untuk melanjutkan perjalanan.Tawakal dan sambil ngajak ngobrol dede nya supaya keluarnya kalau sudah sampai Barabai aja.

Gimana diperjalanan nahan sakit gak ?

iya pasti,tapi cuman nyut-nyut aja gitu.pernah mens ? pasti kan ? (aku yakin yang mampir di postingan ku ini rata-rata perempuan yang sebentar lagi mau lahiran .hihi) rasanya seperti mau mens tapi makin lama makin kuat.sampai mau buang air kecil pun tidak terasa.semakin dekat dengan kampung halaman,sakitnya pun semakin kuat

Apa saja yang dilakukan diperjalan sambil menahan sakit ? 

Aku hanya rebahan,sesekali mampir nyari toilet sambil jalan-jalan kaki supaya pinggang gak sakit dan aliran darah lancar.sambil berdoa minta kemudahan,walaupun itu bukan pengalaman melahirkan pertama kali untukku tapi rasa was-was,gugup dan khawatir pasti tetap ada.berdoa membuat hati lebih tenang.karena aku gak puasa,aku tetap minum air putih dan berusaha untuk makan walaupun sedikit.melahirkan itu perlu tenaga sodara-sodara.hihi

ceritanya sudah sampai kampung halaman nih..

Sampai kampung,aku mampir kerumah sebentar numpang buang air kecil sekalian jemput mama untuk jagain anak ku yang pertama.karena aku yakin rumah sakit gak bakalan mengijinkan anak-anak untuk masuk.

Dirumah sakit aku dimasukkan ke IGD RSUD Damanhuri Barabai,petugasnya minta data dan lain-lain nya.selesaii periksa tensi,cek pembukaan masih pembukaan 2. "Ya Allah 4 jam perjalanan baru pembukaan 2.ya ampunn" karena waktunya buka puasa,perawatnya pamit untuk buka puasa dulu.waktu mereka sudah keluar ruangan.aku dan suami ngajak ngobrol dede yang diperut "Nak,sudah sampai barabai nih.keluar yuk" sambil minum air palungsur pemberiaan mertua (semacam air doa) kira-kira 20 menit kemudian kontraksinya makin kuat dan aku merasakan ada air yang merembes keluar,ada sekitar 15 menit aku merintih kesakitan sambil menangis.suami sempat ngomong "Panggil perawatnya gak nih" aku bilang jangan..biar mereka buka puasa dulu,kasian..

Berselang waktu 5 menit setelah suami ngomong,perawatnya datang dan mencek pembukaan.ternyata langsung pembukaan penuh,mereka kaget.sebelum ditinggal buka puasa dicek pembukaan nya lambat,padahal cuman ditinggal sebentar sudah pembukaan penuh.aku langsung diantar keruangan melahirkan.(Wah tambah gugup nih,hahahaha..) yang aku fikir masuk ruangan ini hanya untuk menunggu lagi ternyata tidak,ternyata ini adalah waktunya melahirkan daannn proses mengejan pun dimulai dari kejadian keluar pup sampai akhirnya yang keluar bayi yang langsung diletakkan di dadaku.Masya Allah melihat bayi yang aku lahirkan rasanya semua sakit sudah hilang (Padahal belum,haha karena ada proses jahit episiotomi.tapi ceritanya menyusul) merasa takjub dengan pertolongan Allah.karena prosesnya secepat itu dari sampai rumah sakit padahal sampai rumah sakit baru pembukaan 2 sampai melahirkan hanya kurang lebih 1,5 jam.dari magrib sampai isya

Setelah bayi dibersihkan,bayi nya diletakkan lagi di dadaku untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini) aku jelaskan sedikit mungkin ada yang belum mengerti tentang IMD jadi proses IMD ini adalah kurang lebih memudahkan bayi untuk proses menyusui atau bisa juga proses mengajari bayi menyusu.bayi diletakkan diperut ibu,secara alami bayi akan mencari puting si ibu dan itu prosesnya selama 1 jam.tapi sayangnya anakku dalam waktu sejam itu tidak bisa mencari puting nya.ahahahaha..

tapi Alhamdulillahnya proses IMD ini sangat membantu walaupun Asi nya baru keluar 2 hari setelah melahirkan.rumah sakit tempat aku melahirkan sangat menghindari pemberian susfor,jadi tidak ada tanda tangan persetujuan Susfor.dan disana benar-benar diajari untuk mandiri pasca melahirkan.jadi tidak ada bantuan keteter kalau mau pipis langsung ke kamar kecil.pokoknya harus belajar pipis dan BAB sendiri.

Aku dirumah sakit hanya satu malam,hari itu suami merasakan sahur dirumah sakit.karena aku lahiran nya 2 hari sebelum lebaran kan.untung nya aku nya sehat,anakku juga sehat jadi tidak membutuhkan waktu yang lama,siang nya sudah bisa pulang.

Perkenalkan aku Muhammad Yahya Rizani

Setiap wanita itu mempunyai pengalaman melahirkan yang berbeda dengan tingkat kemudahan atau pun kesusahan yang berbeda-beda.dan melahirkan anak pertama maupun melahirkan anak kedua juga berbeda,untuk yang lagi menunggu waktu saatnya untuk melahirkan sebaiknya jangan memikirkan kesulitan nya sebaiknya konsentrasi dengan persiapan fisik dan mental aja ya bund,contohnya ibu hamil itu harus banyak gerak "tetap berhati-hati" rajin jalan pagi,banyak-banyak bedoa,yang lebih penting minta doanya juga dengan orang tua,suami,mertua,keluarga dan sahabat.

banyak ibu hamil yang hanya mempersiapkan keperluan newborn yang lucu-lucu tapi tidak mempersiapkan mental dan fisik.ada juga yang meremehkan periksa kandungan rutin,padahal memeriksakan kandungan secara rutin tidak kalah penting.periksanya pun kalau bisa lengkap,dari cek darah,USG dll nya karena setiap periksa itu selalu ada catatan.dan catatan itu sangat penting untuk dokter ataupun tenaga medis tempat kita melahirkan.

yang terpenting untuk mental ibu hamil adalah jangan takut untuk melahirkan,jangan dengarkan kata-kata seram nya.percaya diri kunci kenyamanan dan keselamatan untuk proses melahirkan bunda.

14 comments:

  1. Mamak setrong... Bayinya juga kooperatif nih, bisa tahan selama perjalanan. Selamat ya mbak Dina kelahikel putra keduanya... Udah sepasang nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita setroongg klo kontraksinya mak..tp lemes klo mslh jahitan,whaaa

      Tengkiyuuu ucapan nya iya nih udh sepasang.nunggu adik nya syuna yaa 😁😝😝

      Delete
  2. Perjuangan sakitnya melahirkan terobati ya mbak dina setelah liat muka lucunya hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah yahhh *jargon syahrini* 😂

      Delete
  3. Sesuatu banar pastinya pengalaman melahirkan yang satu ini. Hebat mom! Selamat yaa. Maaf belum semoat nengok. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mksihh bu dosen,hehe

      Gk pp mudah2’n kita ketemu lagiii

      Delete
  4. Salut banar wan perjuangan mbak dina 😭 hebat betul mamak mamak yanh sudah berjuang melahirkan 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh mknya jgn harat lwn kuitan bini 😂😅

      Delete
  5. Wah thanks bgt infonya mba. Yang penting dedeknya selamat dan sehat hhi

    ReplyDelete
  6. Setrong dirimu! Keren bisa bertahan sampai Barabai. Alhamdulillah Dedeknya lahir juga dg selamat.

    ReplyDelete
  7. Mbak satu ini emang strong abis deh. Seneng bisa ketemu Yahya kemarin. Oh ya kak, ini template baru bukan? Sorry salfok.

    ReplyDelete
  8. Wah jadi ingat proses lahiran anakku dulu. Dari siang sudah berasa kontraksi alhamdulillah malam jam 11 sudah lahiran.

    ReplyDelete
  9. subhanallah mba, kontraksi sepanjang jalan judulnya. alhamdulillah ibu dan bayi sehat. memang pengennyablahir di brb mungkin si yahya makanya mau mndengarkan pas dipadahi.hihi

    ReplyDelete
  10. Ini sih keren banget, nahan sakit diperjalan mau lahiran. Keren. Ga bisa bayangin sih kalo itu aku. hihi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung,Sertakan alamat blog juga yaa agar kita bisa saling mampir.