Saturday, December 15, 2018

Pupur bangkal dan pupur basah Perawatan Kecantikan turun temurun orang Banjar

Hallo Assalamualaikum sahabat...

Kali ini pembahasan aku lain seperti biasanya karena aku akan membahas perawatan temurun perawatan kecantikan ala Banjar.yang aku maksud ini Banjarmasin Kalimantan Selatan ya,jadi aku ini asli orang Banjar tapi aku lahir nya di Barabai Hulu Sungai.ada yang orang Barabai juga ? Hallo...komen dibawah ya.hehe




Terus terang aku agak canggung membahas tentang daerah sendiri,takut salah sih sebenarnya.hehe tapi aku sangat tertarik membahas tentang perawatan kecantikan bahari ini.yap seperti judulnya kali ini aku akan membahas dua pupur / bedak yang sudah dipakai turun temurun oleh galuh banjar (gadis banjar) bahkan bukan hanya para gadis orang tua pun masih menggunakan perawatan ini,kenapa?karena menurut orang-orang tua bedak ini sangat ampuh membuat kulit menjadi bagus.benar kah ? dan kira-kira nama bedak nya apa aja sih...

Pupur Bangkal (Bedak bangkal)

Pupur bangkal ini terbuat dari kulit pohon bangkal atau Nauclea orientalis.Nauklealis orientalis adalah spesies pohon dalam famili Rubiaceae, asli dari Asia Tenggara, Nugini, dan Australia.pupur bangkal terbuat dari kulit pohon bangkal ini.cara pembuatan nya melalui beberapa tahap.karena nenek ku (orang tua abah) dulu memproduksi pupur ini jadi aku tau sedikit tentang proses pembuatan nya.

Cara pembuatan pupur bangkal :

Kulit pohon bangkal di tumbuk atau dicincang,ditumbuk lalu dikeringkan dibawah sinar matahari setelah kering dipabrik membentuk bubuk lalu di adon dengan tambahan air.dibentuk bulat-bulat lalu dipencet nanti akan berbentuk pipih.itu lah kenapa bedak bangkal bentuk nya pipih.hehe 

Cara pemakaian :


Sediakan pupur bangkal diwadah,tambahkan air ataupun kalau ingin pupur nya tercium wangi bisa gunakan air mawar.karena bau aslinya itu asem gaesss,tips ku untuk yang mempunyai kulit sensitif sebaiknya tambahkan sedikit olive oil (minyak zaitun) lalu pupurnya di oleskan ke wajah secara perlahan ya jangan terlalu keras takutnya iritasi.

Pupur bangkal ini peeling nya orang Banjar,makanya kalau kata orang dulu kalau mau kulitnya mulus rajin-rajin pakai pupur bangkal.karena dia bisa mengangkat daki ataupun sel kulit mati dengan teksturnya yang kasar.tapi untuk yang mempunyai kulit sensitif hati-hati ya cukup seminggu atau dua minggu sekali saja makanya di atas tadi aku tulis sebaiknya tambahkan olive oil agar teksturnya gak terlalu kasar.

sedikit cerita,karena Alm nenek ku dulu memproduksi bedak bangkal ini jadi dulu kalau lagi dirumah beliau aku suka bantu-bantu beliau bungkusin pupurnya ke dalam plastik,terus plastiknya di tutup dengan cara melewati sisi api yang disemprong itu loh kadang juga cuman bantuin tok-in stempel cap produksi nya,pokoknya dulu serba tradisional deh.hehe jadi nostalgia masa kecil sedih nih pengen nangis.huhuhu *ah syudah lah*

Pupur Basah (bedak dingin)

untuk Pupur basah ini kayanya semua nya juga sudah tau ya,karena aku fikir setiap daerah punya bedak dingin dengan nama ataupun komposisi yang berbeda tapi intinya bentuknya sama.nah kalau untuk orang banjar punya dua warna,bedak dingin nya ada yang berwarna putih dan kuning.beda warna beda manfaatnya juga dong.

cara pembuatan nya :

pupur basah ini terbuat dari beras yang didiamkan beberapa hari lalu ditumbuk dan setelah itu ditambahkan air untuk membentuk bulatan setelah itu bedaknya dijemur dibawah sinar matahari.agar bedaknya wangi ditambahkan daun pandan yang sudah di iris ala bunga rampai

Cara pemakaian :

taroh bedak nya diatas piring atau mangkok kecil lalu tambah kan air biasa ataupun air mawar.lalu oleskan ke wajah ataupun tangan dan kaki.

Bedak ini bisa dipakai disiang hari,atau biasanya dipakai ibu-ibu yang lagi disawah atau bisa dibilang sunblock nya orang banjar,hahaha dulu waktu kecil aku sering dipakaikan nenek ataupun mama ku bedak ini karena aman banget dipakai untuk anak-anak.btw nenek ku (orang tua mama) juga sering bikin bedak dingin ini loh tapi beliau cukup untuk dipakai sendiri maksudnya gak dijual.

kekurangan dari pupur basah ini adalah membuat mata kelilipan dan bikin bersin kalau dekat hidung.hehe jadi jangan dipakai dekat dengan daerah mata ya gaesss...aku ini terlahir dari keluarga yang menjaga penampilan.wkwkkwk masa kecilku sudah dikenalkan dengan proses pembuatan bedak tradisional Banjar tapi sayangnya karena zaman sudah berubah aku sudah mulai jarang menggunakan bedak tradisional dan juga sekarang ada produsen nakal yang mempalsukan merk tertentu.ngeri gaess tapi itu cuman katanya sih makanya tetap hati-hati ya.

Walaupun bedak tradisional terkenal aman tapi tidak semua jenis kulit bisa aman dengan bahan-bahan nya,kenapa?nanti aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.hehe

Semoga Bermanfaat








11 comments:

  1. Wkwkwk, bener banget Mbak, saya sering kelilipan kalau pakai pupur basah. Dulu sering ngambek kalau disuruh mama pake pupur basah, soalnya baunya rada ga wangi, *eh*. Pas gede-an dikit, baru tahu kalau ada air mawar yg bisa bikin pupur basah jd wangi, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu malah ditambahin asam kamal mba..wkkwk ya kali tambah bau jadinya.hahaha

      Delete
  2. Nah jadi nostalgia lagi zaman SMP-SMA msh rancak makai bedak dingin. Sekarang kada rajinan lagi. Btw, penasaran sm paragraf akhir. Ditunggu lah ulasan berikutnya.

    ReplyDelete
  3. Ak tmsk yg suka pke pupur dingin. Ini skincare rutin sejak SMA. Wkwk. Emg ampuh sih, ak jrg jerawatan. Tp kykny msh g bs di klaim menggantikan sunscreen yak. Pdhl mayan lh ya klo buat edisi emak2 sendirian drmh. Edisi valak. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whahaa..di kampung-kampung malah Pede jalan2 sekitar kampung pakai bedak dingin

      Delete
  4. Kalo beli pupurnya gini dimana ya mbak? Kalo bikin sendiri kayanya aku susah sekali. Pengen nyoba sesekali 😊

    ReplyDelete
  5. Ulun belum pernah pakai pupur bangkal mba. Hehe. Orang Barabai tp kd ekspos sama kosmetik tradisional daerah sendiri.

    ReplyDelete
  6. Sebenerny pengen coba cuma gak tau cari bahan bangkalnya itu dimana

    ReplyDelete
  7. Hai mbak, kebetulan aku juga orang Barabai nih. Wkwk pencitraan banget. Oh ya, kemarin baru aja beli pupur bangkal ini. Sekarang ada 2 varian lo mbak. Harga pun beda.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung,Sertakan alamat blog juga yaa agar kita bisa saling mampir.