Jadilah seperti padi yang berisi , semakin berat dia semakin merunduk

Friday, June 14, 2013

Sejarah Banjar Di Zaman Kono

Waktu saya pulang kampung ke Hulu sungai tengah,disana saya berinisiatif untuk jalan-jalan ke Sebuah candi Peninggalan hindu di Kabupaten Hulu Sungai utara.kebetulan suami saya tidak pernah kesana!Bismillah saya ucapkan.mohon Maaf atas kedangkalan pengetahuan saya.saya hanya menulis dari yang saya dengar dari keturunan langsung dan dari Buku yang saya pegang,saya tau kesalahan cerita akan membawa dampak buruk terhadap saya,,

Candi Agung Amuntai 


Candi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Negara Dipa.negara Dipa didiriakan oleh Saudagar Empu Jatmika yang berasal dari keling,bersama dengan dua orang anaknya.bernama Mpu Lambung Mangkurat dan Mpu Mandastana,ketika itu mereka sampai di hujung tanah,tanah itu ketika di cium oleh Mpu jatmika Berbau harum.Lalu Mpu Jatmika mendirikan sebuah negara bernama Negara Dipa ibu kotanya bernama Khuripan.Mpu Jatmika Mengangkat dirinya sendiri menjadi seorang raja,Tetapi Mpu Jatmika merasa dirinya tidak pantas untuk menjadi Raja karena dia bukan keturunan dari Raja,dia takut akan adanya kutukan.

Dalam hikayat Banjar dikatakan,Mpu Jatmika memerintahkan anak buahnya membuat sebuah patung berhala dari kayu Cendana.Patung Berhala yang dianggap Raja oleh Mpu Jatmika adalah Visualisasi dirinya untuk mensiasati agar terlepas dari kutukan yang akan menimpanya dan negara Dipa.Sejak saat itu Mengendalikan Negara Dipa.kemudian ia memerintahkan Tumenggung Tatah Jiwa untuk memperluas kekuasaanya.satu persatu wilayah Seperti Batang Tabalong,Batang Balangan,Batang Petak,Batang Alay,Batang Amandit beserta seluruh bukit-bukit disekitarnya dapat ditundukkan.

Menurut Mitos,ketika kita kesana ada beberapa adab yang harus kita laksanakan, yaitu : Rute Ziarahan harus sesuai,harus bersikap baik dan harus yakin mereka itu ada.sekedar diketaahui,kadang mataawam dan yang mempunyai kelebihan itu penglihatannya akan beda jika masuk kedalam kompleks Candi tersebut,sebenarnya candinya itu berada di atas dari situs itu sendiri,candi tersebut hanya gerbang.candi tersebut masih ada,hanya saja Dibawa ke alam ghaib.

Banyak yang mengataka syirik jika kesana,kalau saya boleh berpendapat disini.syirik / merusak akidah itu tergantung dari nawaitu dan keyakinan masing-masing!jika niat nya saja salah itu sudah masuk syirik,sekedar diketahui..Kita tidak salah berziarah kesana.karena mereka adalah para leluhur kita orang banjar khususnya Hulu sungai,itu memang candi peninggalan Hindu.wajar lah..bukan candi islam,karena duluya islam belum masuk,mendoakan para leluhur apa salahnya.kita harus tau sejarah Banjar Itu sendiri,setidaknya mempelajari dulu lah :)


Berikut yang ada didalam komplek Candi Agung:
Yang saya tulis disini adalah beberapa rute dari awal sampai akhir.karena konon..jika salah rute dan ada tempat yang tertinggal kita akan mendapat teguran atau katulahan.

1. Tiang PenyanggahPutri Junjung Buih


Ini Adalah tiang penyanggah putri junjung Buih,ketika anda berada disana akan mencium bau harum bunga,










2. Petapaan Pangeran Suryanata

Ini Adalah Petapaan Pangeran Suryanata,disini biasanya para Peziarah biasa mangilan jari di bilah lidi,caranya : minta bilah lidi kepada penjaga Petapaan ini,ukur lidi dari jempol ke jari manis,dari jari manis itulah potong lidi tersebut.lalu letakkan lidi tersebut di batu yang ada di petapaan tersebut.sambil membaca shalawat nabi dan ucapkan hajat.penjaga nantinya akan menyuruh kita mengambil lidi tersebut jika kita sudah ingin pulang dari berziarah disana.,konon jika lidi lebih panjang dari yang kita ukur tadi.maka hajat kita akan terkabul.tapi jika tidak.hajat kita tidak terkabul.tentunya kita meminta kepada Allah bukan dengan yang empunya makam.

3. Situs Candi Agung


Ini adalah situs candi agung,disini biasanya para peziarah membacakan doa-doa.seperti membaca yasin




4. Telaga Darah


Ini adalah telaga darah Mpu Mandastana,tentunya disini tidak seperti namanya disini airnya bukan darah.diceritakan Mpu Mandastana.Mpu Mandastana adalah Anak dari Mpu Jatmika (Pendiri kerajaan Dipa) suatu saat Mpu Mandastana didalam pencarian jati diri,dia bingung dengan kepercayaannya.dia ingin menacari Tuhan yang sebenarnya,terbesit beliau ingin memeluk islam.tetapi tidak ada yang Megajari,beliau juga pernah ke Timur tengah pada zaman Syaidina Ali bin Abi Thalib.diceritakan Ketika beliau pulang kerumah istri beliau marah-marah,mungkin karena sudah terlalu pusing / munyak dalam bahasa banjar,beliau datang kesini dan beliau bunuh diri dengan keris,melihat Mpu Mandastana bunuh diri istrinya pun ikut bunuh diri.anak beliau bingung mencari orang tuanya tidak ada.lalu menugaskan orang kepercayaan untuk mencari orang tuanya,ternyata mereka sudah tidak bernyawa.tapi anehnya jasat mereka itu masih bagus.

5. Musium Candi Agung



Didalam Musium ini terdapat silsilah dari keturunan Candi Agung tersebut,












No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung,Sertakan alamat blog juga yaa agar kita bisa saling mampir.